Ticker

6/recent/ticker-posts

Review Fitur Canggih Xiaomi Mi Note 10 Pro dengan 5 Kamera 108MP

Mengikuti perkembangan resolusi kamera ponsel memang tidak ada habisnya. Semakin ke sini, resolusi kamera ponsel semakin tinggi saja. Pada tahun 2019 kemarin, kita dikenalkan dengan beberapa ponsel dengan kamera beresolusi tinggi, ada yang 48 MP dan ada pula 64 MP.

Pada awal tahun 2020 ini, kita kembali dikejutkan dengan hadirnya ponsel berkamera 108 MP, yaitu Xiaomi Mi Note 10 Pro. Sebenarnya adu besar resolusi kamera pada ponsel itu sudah terjadi dari bertahun-tahun lalu. Terlepas dari itu semua, saya sangat bersemangat untuk mencoba kamera ponsel 108 MP dari perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Pertama di dunia

Selain menjadi yang pertama dengan sensor gambar beresolusi 108 MP, Mi Note 10 Pro juga menjadi ponsel pertama di dunia yang memiliki sistem penta-camera atau 5 kamera. Kelima lensa ini adalah lensa wide-angle 108 MP, lensa telefoto 5 MP dengan zoom 5x, lensa telefoto 12 MP dengan zoom 2x, lensa ultra wide angle 20 MP, dan lensa makro 2 MP. Berbicara seputar kemampuan zoom, Mi Note 10 Pro juga dilengkapi dengan hybrid zoom 10x agar dapat memotret subjek jauh dengan hasil tetap tajam.

Kamera utama yang beresolusi 108 MP bertujuan untuk menghasilkan fotografi lebih detail yang dapat menghasilkan gambar seukuran billboard dengan tinggi sekitar 4 meter. Sensor 108 MP yang dimiliki Mi Note 10 Pro adalah keluaran Samsung ISOCELL Bright HMX dengan resolusi 12.032 x 9.024 piksel.

Sensor tersebut memiliki ukuran 1/1,33 inci yang mendukung pixel binning 4-in-1 untuk merekam lebih terang pada kondisi pencahayaan rendah. Tidak ketinggalan pula sistem stabilisasi berbasis lensa atau OIS sehingga dapat mereduksi getaran tangan saat proses pengambilan gambar.

Karena menggunakan proses pixel binning, maka secara default kamera 108 MP akan menjadi 27 MP. Kamu harus mengaktifkan mode 108 MP di antarmuka kamera. Pada siang hari, tidak ada perbedaan yang mencolok ketika saya memotret menggunakan resolusi 27 MP dan 108 MP.

Tapi perbedaannya akan terlihat jauh ketika gambarnya dicetak seukuran banner 4x3 meter. Menariknya, detailnya tetap terlihat tajam. Subjek yang berada di kejauhan terlihat dengan jelas.

Secara keseluruhan, warna hasil kamera Mi Note 10 Pro terbilang tajam. Warna biru langit tampak natural dan awamn terlihat sangat jelas. Kualitas eksposur yang ditampilkannya terlihat baik, kualitas highlight di langit dan bayangan di batang pohon tertata dengan rapi. Tidak ada gangguan over-eksposure atau under-eksposure.

Seperti yang tadi sudah sempat saya sampaikan, pixel binning pada 108 MP menjadikan sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya yang terpapar di permukaan sensor. Saya pun mencoba membandingkan hasil foto beresolusi 108 MP dan foto beresolusi 17 MP saat malam hari.

Hasil foto 108 MP membutuhkan ISO yang lebih tinggi demi menampilkan hasil yang cukup terang, yakni ISO 2679 dikarenakan setiap pikselnya lebih kecil dibandingkan dengan 27 MP. Sedangkan foto 27 MP hanya menggunakan ISO 111 agar menampilkan kecerahan yang sama seperti hasil foto beresolusi 108 MP. Seperti yang kita tahu, ISO yang lebih tinggi akan lebih rentan menghasilkan gangguan noise.

Dalam hal menanggulangi gangguan noise, Mi Note 10 Pro cukup andal memotret pada keadaan cahaya remang pada ISO 800. Pada ISO ini, detail di area gelap tetap terlihat jatam dan minim gangguan noise. Ketika ISO saya tingkatkan menjadi 1600, gangguan noise mulai muncul lebih banyak tetapi masih tetap mempertahankan detail. Tetapi sayangnya Mi Note 10 Pro kurang unggul ketika memotret menggunakan ISO 3200 lantaran detil tidak lagi tajam.

Khusus memotret pada malam hari atau di mana kondisi cahaya redup, Mi Note 10 Pro dilengkapi pula dengan Night Mode. Mode ini dapat dipilih langsung di dekat tombol shutter. Anehnya, saya melihat tidak ada perbedaan antar hasil dengan menggunakan Night Mode dengan hasil tanpa Night Mode.

Selama memotret pada malam hari, tidak banyak yang saya keluhkan pada hasil foto Mi Note 10 Pro. Detail terlihat jelas dan warna yang ditampilkan cukup alami. Tetapi sayangnya sistem AF memerlukan waktu yang cukup lama untuk menentukan fokus. Selain itu pendaran lampu terasa cukup agresif.

Ketika memotret pada siang hari, pasti ada kalanya kita menghadapi subjek yang kece tetapi posisinya membelakangi cahaya matahari. Nah, di sinilah mode HDR Mi Note 10 Pro dapat diandalkan. Perbedaan antara foto tanpa HDR dan dengan HDR cukup signifikan. Tulisan di tengah wahana Bianglala dapat dibaca dengan mudah ketika HDR aktif, warna payung di wahana itu pun dapat dilihat.

Pilihan lensa ultra wide angle dan telefoto memudahkan saya melakukan komposisi ketika ada subjek yang menarik dengan macam-macam jarak. Hadirnya fitur OIS juga memudahkan saya mengambil zoom 2x atau 5x. Saya juga puas dengan hasil hybrid zoom 10x.

Bagi kamu yang menginginkan hasil foto dengan latar belakang bokeh, Mi Note 10 Pro menawarkan mode Portrait dengan aperture yang dapat disesuaikan, dan f/1.0 hingga f/16. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang ada pada Mi Note 10 Pro berfungsi dengan baik sehingga dapat mendeteksi subjek dan latar belakang dengan cermat di seluruh rentang aperture.

Video

Sekarang saya mau ngebahas videonya nih. Tidak ada gangguan gradasi yang berarti ketika saya merekam matahari yang hendak terbenam di pinggir pantai. Warna jingga sinar matahari dan langit mengalami perubahan yang halus, detail pepohonan dari jarak jauh terlihat cukup apik. Warna di setiap tiang terpampang tanpa ada gangguan over-exposure.

Perekaman resolusi tertinggi dapat dilakukan hingga 4K pada kecepatan 30 fps. Jika menginginkan frame rate yang lebih tinggi (60 fps), maka kalian harus merekam dengan resolusi Full HD. Saya menyukai bagaimana respons exposure Mi Note 10 Pro saat merekam dari kondisi banyak cahaya dan beralih ke dalam ruangan. Kecerahan langsung dapat ditangani dengan cepat, setelah saya keluar dari dalam ruangan, exposure langsung menyesuaikan cahaya dengan cukup cepat.

Asiknya lagi nih, Mi Note 10 Pro menyediakan Mode Stabilization. Dari namanya saya sudah tahu jika fitur ini dapat meminimaliasir goyangan saat merekam tanpa menggunakan gimbal. Tidak tanggung-tanggung, saya berlari sambil merekam menggunakan mode tersebut. Dan, hasilnya cukup efektif meredam getaran tangan saya ketika merekam sembari berlari. Oiya, kamu juga dapat merekam gerakan lambat agar hasil video terlihat lebih dramatis. Ada tiga opsi yang dapat digunakan saat merekam gerakan lambat, yakni 120 fps, 240 fps dan 960 fps.

Kesimpulan

Jadi setelah saya menguji hasil kamera dan videonya, Xiaomi Mi Note 10 Pro menghasilkan performa yang cukup baik, meski hanya sebatas diunggah ke media sosial hingga dicetak hingga ukuran 12 meter persegi berkat resolusi 108 MP yang diusungnya.

Saran saya adalah jika kamu tidak berniat untuk memotret untuk keperluan cetak, cukup gunakan mode default, yakni 27 MP. Di mana resolusi ini menawarkan ukuran setiap piksel yang lebih besar (berkat proses pixel binning) sehingga menampilkan gambar yang lebih kaya akan detil. Harga yang dibanderol untuk Mi Note 10 Pro adalah Rp6.999.000. Apakah kamu berniat memilikinya?